Rabu, 07 Maret 2012

segala kesedihan mempunyai obatnya

Seharian kerja masih dengan beban dalam hati,aku merasa sedih berhari-hari..terasa begitu berat,cape hati.Saat kerja aku sebisa mungkin tersenyum,menekan rasa gak puas terhadap diri sendiri.Walupun itu semua tampak seperti it is fake tapi mungkin juga itu adalah sisi profesionalisme terhadap profesiku.

Tiba-tiba terbersit pemikiran apakah tersenyum dikala sedih adalah bentuk profesionalitas atau penipuan terhadap perasaan diri,setelah dipikir-pikir mungkin lebih bijak jika dikatakan bahwa itu bukanlah penipuan terhadap perasaan diri, tapi itu adalah sikap menghargai sesama,disaat kita bekerja bukan perasaan diri kita saja yang perlu diperhatikan tapi juga perasaan rekan kerja kita,ketika memasang wajah cembrut,suram dan ingin nangis,sebenarnya itu hanya membuat rekan kerja menjadi tidak nyaman dan terganggu akan kesuraman kita.

Jadi lebih bijak bagi pribadi dewasa untuk tetap tersenyum dikala bersedih dengan fokus pada kerjaannya pada saat itu,ketika kesedihan itu sudah mencapai puncaknya lebih baik kita pergi kesuatu tempat dan menyendiri beberapa saat.Jika waktu pulang kerja sudah tiba maka pulang dan kunci diri dikamar,menangislah sepuas-poasnya atau pergi tidur,beristirahat yang cukup lalu keluar kamar dan tersenyumlah...

Ingatlah selalu tiap permasalahan sudah ada jalan keluarnya,fokus pada yang terbaik yang bisa kamu lakukan bukan hanya pada beban di hati,kamu lebih beruntung daripada kebanyakan orang yang harus hidup tanpa bisa membedakan apakah dia sedang menghadapi masalah atau tidak karena dari dulu dia sudah terbiasa berhadapan dengan kemelaratan,beban, dan kesedihan yang membuat segala pembatas yang membedakannya dengan kebahagiaan menjadi kabur

Thanks for everyday and each breathe you have coz it means you are still alive and can contribute something useful for world,family and your own life. keep smile :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar